Akhirnya, TAku selesai juga..
Betulkan spekulasiku, bahkan TAku tak butuh revisi karena atas nama She’s Family Name or She’s Name (may be). Selepas sidang berkas untuk revisi telah ditandatangani..
Hebat,,2x
Aku ga perlu sebegitu capeknya, seperti teman-temanku melakukan kegiatan asistensi ulang, editing ulang, langsuuung jilid.
Mantap!!
Oh ya, setelah sidang ada moment akhirnya aku mengungkapkan “ketidakbertemananku” selama ini kepada dia.
Tapi apa yang terjadi, suasana semakin panas, I felt hot, I felt in desert. Seandainya kamu-kamu (The Readers) pada lihat.
Tetap, dia mengaku dialah yang selama ini paling benar. Cape dech..
Padahal, aku bilang (intinya) “koreksi diri, liat diri sendiri, kenapa aku ga respect ama TA kami, ama kamu. Berulang-ulang, again and again,,but I am still a fault man, on her head..
Sumpah, sejak saat itu malas banget ngomong ama kamu…
Eh, iya di suatu bagian dari percakapan kami, aku tawarin jasa untuk jilid TAku, tapi apa yang dia katakan??
“Yang aku butuhkan kau pada saat sebelum sidang, sesudah sidang ini kan cuma jilid ga perlu bantuanmu.”
STOP!!!
Aku pegang kata-katanya sampai sekarang.
Tapi apa yang terjadi, semua orang yang melihat dia, yang berdiri di posisi dia, yang men-support dia, melihat sebegitu malangnya dia, sebegitu kasihannya dia. Huffft,,how poor you are honey..Menjilid itu TA yang sangat berat (rangkap 5) dengan sendiri.
Dan ternyata sebegitu adanya manusia (bermaksud kepadaku) kejam, keji, tega..Semoga (tittt-sensor) *mungkin segala jenis caci maki di alamatkan ke aku*
Ijinkan aku menyebut mereka,,
Pertama, The Leader of The Gang. Kedua, her Boyfriend. Ketiga, mungkin (kalian sendiri bisa menebaknya, karena dia telah mencari dukungan ke berbagai penjuru).
Aku,,
Keep silent..salah!
Ngomong..salah!
Really,
Bukan karena ngerjain TA, tapi cape ama kondisi yang menyebalkan ini.
Arghhh,,dia betul-betul aktris yang oke punya..dan aku terlihat hanya seperti seorang crew film yang bertugas memegang microphone. Aku bersedia membiarkan dia menyuarakan dia. Dia yang terlihat oleh penonton, dia yang terkenal oleh penonton, padahal aku juga sudah sangat cape, tapi aku kan tak terlihat. Walaupun kadang yang keluar cuma suara sumbang, celoteh, dsb, yang tak berguna.
Kadang aku berpikir dia menyukaiku,,
Aku selalu terikat olehnya, TA ini menjadi penghubung yang paling relevan (dalam waktu yang lama dan berkali-kali) jika dibuat alasan jumpa, ngobrol, smsan. Walaupun selalu ada kata-katanya yang kasar.
Please, tolong lepaskan aku..
Mudah-mudahan ya Allah besok hari yang termasuk Engkau mudahkan untuk aku, semoga urusanku semua lancar (amin).